
Pernahkah Anda merasakan perut panas seperti terbakar setelah menyantap sambal level dewa? Sensasi tak nyaman ini sering dialami banyak orang, terutama pecinta pedas di Indonesia. Untungnya, bahan alami sehari-hari bisa jadi penyelamat cepat tanpa obat kimia.
Kenapa Makan Pedas Bikin Perut Panas?
Capsaicin dalam cabai memicu sensasi panas di saraf mulut, tenggorokan, hingga lambung, meski lidah suka. Bagi penderita GERD atau refluks asam, ini bisa tambah parah dengan heartburn atau dada terbakar. Reaksi berbeda per orang, tapi intinya: capsaicin iritasi mukosa pencernaan sementara.
6 Cara Alami Atasi Perut Panas Pasca Pedas
1. Minum Air

Sebenarnya cara sederhana meredakan sensasi tidak nyaman karena makan pedas bisa dilakukan cukup dengan minum air saja. Namun, ada baiknya Anda mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup alias tidak berlebihan.
Sebab, saat meneguk air terlalu banyak, malah menambah rasa tidak nyaman di bagian perut. Salah satunya memicu perut terasa sangat penuh dan begah. Oleh karena itu, minumlah air dalam jumlah yang cukup saja.
Air dikenal dapat meredakan sensasi terbakar di bagian mulut. Bukan hanya itu, pada bagian perut juga bisa berlaku hal yang sama. Alasannya karena air bisa membantu mengencerkan isi di dalam asam lambung sekaligus mengeluarkan asam saat terjadinya refluks di kerongkongan. Inilah yang membuat setelah minum air, maka perut bisa saja terasa lebih nyaman.
2. Makan Pisang

Selain minum, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menyantap makanan tertentu sebagai penetral pedas di perut. Satu di antaranya adalah pisang. Buah yang mudah kita jumpai di sekitar kita ini ternyata mampu membantu dalam meredakan sensasi panas setelah makan pedas.
Pisang punya kandungan antasida atau antasid yang cukup tinggi. Istilah antasid merujuk pada zat atau obat yang menetralkan keasaman yang berlebihan dalam saluran pencernaan makanan. Dengan adanya kandungan antasida yang tinggi pada pisang dapat membantu meredakan sensasi tidak nyaman di bagian perut.
Baik itu yang berkaitan dengan refluks asam atau sensasi panas di bagian perut. Caranya cukup menyantap pisang dalam jumlah yang cukup setelah makan pedas. Pastikan melakukannya secara perlahan dan tak perlu tergesa agar tidak tersedak.
3. Kayu Manis

Beberapa orang mungkin akan merasakan sensasi nyaman setelah minum teh jahe. Untuk diketahui, teh jahe adalah minuman hangat yang berasal dari air rebusan jahe. Selain membuat badan hangat, teh jahe juga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan secara menyeluruh.
Ini dikarenakan adanya kandungan gingerol di dalam jahe yang mampu dikenal sebagai obat herbal pereda rasa tidak nyaman di perut. Biasanya teh jahe dikonsumsi untuk mengatasi mual, gangguan pencernaan, hingga rasa tidak nyaman di bagian perut.
Bahkan sebagian orang mungkin akan merasakan efektivitas jahe dalam meredakan dispepsia atau sensasi penuh setelah makan di bagian perut. Namun, setiap orang mungkin punya reaksi yang berbeda-beda setelah minum jahe ini. Ada juga yang justru merasa tidak nyaman, sehingga cobalah mencicipi sedikit demi sedikit untuk mengetahui reaksi yang dihasilkan.
4. Minum Jahe

Selanjutnya, ada kayu manis yang kemungkinan juga dapat meredakan sensasi panas setelah makan makanan pedas. Ini dikarenakan kayu manis kaya akan kandungan eugenol, linalool, hingga sinamaldehid yang mampu bertindak sebagai antioksidan alami.
Tak hanya meredakan mual atau rasa penuh di bagian perut, kayu manis juga membantu lambung dalam mencerna makanan. Sebenarnya kayu manis ini bisa ditambahkan ke dalam makanan. Namun, Anda juga bisa mengolahnya menjadi minuman herbal.
Misalnya saja dengan menambahkan ke dalam teh jahe atau mencampurkannya dengan sereh dan juga madu. Olahan minuman berbahan kayu manis ini diharapkan dapat membantu mengurangi sensasi tidak nyaman di bagian perut akibat makanan panas.
5. Minum Susu

Kalau tadi sudah ada air dan teh jahe, kali ini juga ada susu yang bisa diminum saat perut terasa panas akibat makanan pedas. Mengapa? Sebab, susu dapat menghilangkan keasaman dengan cara kerja menetralkan asam lambung yang naik.
Susu juga punya kandungan nutrisi yang mampu mengurangi laju produksi asam lambung. Ini yang membuat beberapa orang mungkin akan merasakan kenyamanan tersendiri saat minum susu setelah makan makanan pedas.
Lebih lanjut, susu juga memiliki kandungan protein yang mampu memecah capsaicin. Tak ayal, susu membantu dalam ‘mendinginkan’ mulut dan perut setelah makan makanan yang pedas. Usahakan mengonsumsi susu rendah lemak. Ini dikarenakan susu yang terlalu tinggi lemak justru bisa memperburuk refluks pada sebagian orang.
6. Mengunyah Permen Karet

Tidak hanya sensasi panas di bagian perut, beberapa orang juga mungkin mengalami sensasi terbakar di bagian dada setelah makan pedas. Cara untuk meredakan kondisi tersebut adalah dengan mengunyah permen karet.
Sebaiknya pilih permen karet bebas gula yang dirasa aman bagi kesehatan jangka panjang. Sebuah studi menunjukkan permen karet selama yang dikunyah selama 30 menit setelah makan pedas bisa mengurangi sensasi terbakar di bagian dada. Termasuk mereka yang mengalami refluks asam lambung.
Alasannya karena permen karet bisa meningkatkan produksi air liur di bagian mulut. Dengan air liur yang meningkat, maka kandungan bikarbonat juga dapat muncul yang dapat berperan sebagai penetral asam lambung.